LINGKUNGAN MERUPAKAN SALAH SATU SUMBERDAYA

Oleh: Hartoyo Mahasiswa Fak. Geografi-UMS.

I.PENDAHULUAN

Manusia di dalam hidupnya di permukaan bumi ini membutuhkan beberapa sarana dan prasarana kehidupan, baik yang bersifat fisik maupun non fisik atau sosial. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan tersebut disebut kebutuhan hidup. Agar hidupnya di bumi dapat berlangsung dengan baik, maka manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya itu dengan jalan melakukan aktivitas.

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia akan mengubah segala yang ada di permukaan bumi ini sesuai dengan kebutuhannya. Segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya disebut sumberdaya (resources). Jadi dapat dikatakan, dalam memenuhi kebutuhannya, manusia perlu membekali dirinya dengan pengetahuan. Hal ini dikarenakan dalam proses pengubahan sumberdaya menjadi alat atau sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya banyak dijumpai kesulitan-kesulitan yang tidak mungkin dipecahkan tanpa bantuan pengetahuan. Pengetahuan inilah yang akan dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan akan dihasilkan teknologi.

Dengan teknologi manusia akan lebih mudah meng-upayakan sumberdaya yang dibutuhkan, juga akan mempermudah dalam mengubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Juga dengan teknologi manusia akan mampu menghemat sumberdaya (Zen; 1984:70).

Apa yang disebut sumberdaya sebenarnya sangat luas cakupannya, lebih-lebih sekarang ini, di mana ilmu pengetahuan semakin maju, dalam penelaahan sumberdaya juga semakin detail, baik dari segi kualitas, kuantitas dan penggolongannya. Sehingga konsep sumberdaya pada dasawarsa yang lalu akan berlainan dengan sekarang. Juga semakin maju peradaban manusia yang mengakibatkan makin beragamnya kebutuhan manusia, maka peranan sumberdaya bagi manusia juga semakin bertambah luas. Sebagai contoh sumberdaya bagi manusia juga semakin bertambah luas. Sebagai contoh sumberdaya alam yang berupa minyak bumi, sebelum manusia menemukan alat pembakaran intern (internal Combustian Engine), minyak bumi dianggap tak berguna sama sekali, justru dianggap sebagai pengganggu. Para petani Amerika merasa dirugikan apabila mengebor mencari air ia mendapatkan minyak mentah yang amat sulit dibersihkan. Tetapi setelah manusia menemukan mesin, minyak bumi dijadikan sebagai bahan bakar.

Jadi dapat dikatakan manusia sebagai penetu sumberdaya, yang mempunyai pengertian bahwa manusia akan mampu dengan sepenuhnya berbuat apa saja terhadap sumberdaya, baik itu mengusahakan, merubah, merusak terhadap sumberdaya tersebut.

II. LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar-nya. Sedangkan lingkungan dari sesuatu adalah segala sesuatu yang ada di sekitar sesuatu itu. Sesuatu pada batasan di atas dapat diganti dengan benda sembarang. Misalkan diganti dengan manusia, maka konsep yang terben-tuk adalah, lingkungan dari manusia adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia itu. Segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dalam keadaan hidup disebut lingkungan hi-dup atau lingkungan biotik, sedang yang tidak hidup disebut lingkungan tidak tidak hidup atau lingkungan a-biotik.

Sumberdaya didefinisikan sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau kemampuan memperoleh keuntungan dari kesempatan-kesempatan tertentu atau meloloskan diri dari kesukaran (Zimmerman dalam Zen; 1984:3).

Definisi di atas menunjukkan bahwa sumberdaya tidak menunjukkan suatu benda melainkan menunjukkan suatu fungsi, dimana suatu benda tersebut dapat berperan dalam suatu operasi, yakni suatu fungsi operasional untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan perkataan lain, sumberdaya merupakan suatu abstraksi yang mencerminkan appraisal manusia dan ber hubungan dengan fungsi atau operasi (Zimmerman dalam Zen;1984:3).

III.LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBERDAYA

Sumberdaya dalam arti yang umum akan dapat dibagi menjadi tiga bagian yang lebih kecil lagi; sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya budaya. sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sumberdaya manusia adalah potensi yang ada pada diri manusia yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia sendiri. Sumberdaya budaya merupakan perpaduan antara sumberdaya alam dan sumber-daya manusia.

Menurut Sukanto Reksohadiprojo dan Dibyo Prabowo sumberdaya bagi Indonesia yang tidak kalah pentingnya dengan sumber-sumberdaya yang lain, yaitu sumberdaya lingkungan. Sumberdaya lingkungan merupakan pancaran atau cerminan dari lingkungan. Sumberdaya lingkungan merupakan sesuatu yang mempunyai nilai estetika yang tinggi dan sangat menyenangkan untuk dinikmati. Sumberdaya lingkungan merupakan kenampakan-kenampakan permukaan bumi yang spesifik atau suatu kawasana alam dengan bentuk bumi yang tidak biasa (Sukanto, Dibyo;1984:9). Sebagai contoh; pemandangan alam yang indah, bentuk sungai yang unik, jenis tanaman yang langka, hutan yang alami dan lebat, kehidupan binatang buas yang langka dan lain sebagainya.

Pemandangan alam yang indah akan dapat dimanfaatkan untuk obyek pariwisata, untuk melepaskan kejenuhan, untuk mendapatkan inspirasi dan tidak jarang untuk menghayati keagungan Tuhan. Begitu juga kenapakan-kenapakan alam yang spesifik lainnya mempunyai fungsi yang berlainan pula untuk dimanfaatkan manusia. Lingkungan, yang tidak terlepas dari manusia akan memberikan beberapa keuntungan bagi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, manusia akan dapat menikmati keindahan pa-norama alam dan keunikan berbagai bentuk kawasan di permukaan bumi yang akan dapat mengurangi ketegangan jiwa karena berbagai aktivitas dan tekanan-tekanan kehidupan.

Secara tidak langsung, lingkungan yang baik dan normal akan mendukung siklus kehidupan maupun ekosistim secara baik dan normal pula.

Selain itu, manusia tidak hanya tidak dapat terlepas dari lingkungannya, melainkań akan saling mempengaruhi. Manusia mempengaruhi lingkungannya untuk mempertahankan keberadaannya di muka bumi ini, dan sebaliknya manusia dipengaruhi lingkungannya. Tidak berbeda dengan makhluk lain, manusia dengan lingkungannya mempunyai hubungan yang saling ketergantungan (interdepency). Jika lingkungan baik maka kehidupan manusiapun akan baik pula, dan jika kehidupan manusia baik maka lingkungan tidak akan banyak dirusak oleh manusia karena hidup manusia sudah serba cukup, sehingga keadaan lingkunganpun akan baik.

IV.KARAKTERISTIK SUMBERDAYA LINGKUNGAN

Lingkungan sebagai sumberdaya juga mempunyai sifat-sifat yang tidak berbeda dengan sumberdaya yang lain. Jika manusia dalam memanfaatkan sumberdaya lingkungan tanpa perhitungan dan tanpa didasari dengan tindakan konservasi maka lingkungan itupun akan mengalami kerusakan. Bahkan manusia dalam mengambil sumberdaya yang lain yang tanpa diperhitungkan dengan cermat, maka lingkungan juga akan mengalami kerusakan. Hal ini akan terjadi apabila manusia dalam mengusahakan produk sebanyak mungkin. Usaha semacam itu memang mendatangkan kemakmuran namun hanya bersifat sementara. Akan tetapi pengaruhnya terhadap lingkungan yang didasari pertimbangan semacam itu dapat menimbulkan efek sampingan, akan dapat menimbulkan deteroisasi kepada merosot, sehingga akhirnya tak mampu lagi memberi kehidupan yang layak bagi kehidupan manusia yang tinggal di muka bumi ini. Bahkan hal tersebut menimbulkan bencana alam yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Kenyataan seperti di atas saat ini banyak dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang.

Jika manusia telah sadar bahwa hakekat hidup dan kelangsungan hidupnya tergantung dari lingkungan dan juga sebaliknya bahwa lingkungan juga tergantung daripadanya, yakni dalam sikap manusia mempengaruhi alam atau lingkungan, maka seharusnya manusia terhadap lingkungan selalu menjaga agar keseimbangan lingkungan tetap lestari. Maka dengan demikian akan terjamin pula kelangsungan hidup dari semua organisme itu, termasuk manusia.

Seharusnya manusia harus mempunyai kesadaran dan tanggungjawab atas tingkat kualitas lingkungan. Manusia harus mempunyai keyakinan bahwa makin tinggi tingkat kualitas lingkungan makin banyak pula keuntungan yang diambil darinya dan makin besar pula daya dukungnya terhadap kehidupan manusia. Karena itu dengan segala usaha, dengan menggunakan teknologi yang dimilikinya manusia harus mampu mengusahakan sumberdaya lingkungan dan kualitas lingkungannya.

Di dalam suatu ekosistem, manusia merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan unsur ekosistem tersebut. Karena itu hidup dan kelestarian manusia tergantung dari kelestarian ekosistemnya, dan karena ekosistem itu terbentuk oleh hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya, maka untuk menjaga kelestarian ekosistem, manusia harus menjaga keharmonisan dengan lingkungan-nya.

V. PENUTUP

Masalah lingkungan merupakan masalah bagaimana sifat dan hakekat manusia terhadap lingkungannya yang sekarang baru sampai pada tingkat ‘kognitif’, artinya manusia baru mengetahui, memahami gejala kerusakan oleh tingkah lakunya yang salah pada masa lalu, namun sikapnya belum menunjukkan ke arah perbaikan. Dari tahap kognitif nanti akan menuju sikap ‘psikomotoris’ di mana manusia sebagai pengelola namun masih memerlukan kondisi tertentu untuk terlaksananya pelestarian lingkungan.

Mereka yang masih merusak lingkungan perlu disadarkan, mengingat begitu besarnya manfaat lingkungan bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga tidak ada tempat bagi manusia yang masih bertindak merusak lingkungan. Bahkan kalau mengingat manfaat lingkungan yang besar bagi kehidupan manusia, manusia berkewajiban menjaga kelestariannya. Sehingga lingkungan sebagai salah satu sumber daya, dapat benar-benar dimanfaatkan manusia untuk kebutuhan hidup-nya di muka bumi ini.